You are currently viewing Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Doa untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

 

Muslim yang berbakti dan memahami betul ajaran agama Islam, tidak boleh lalai memanjatkan doa untuk orang tua. Sebab, orang tua merupakan sosok yang paling berpengaruh terhadap kehidupan banyak orang. Mulai dari menjaga kita sejak dalam kandungan hingga merawat sepenuh hati hingga kita tumbuh dewasa. Karenanya, penting bagi seorang muslim berbakti terhadap orang tuanya.

Dalam pendidikan agama Islam, berbakti pada kedua orang tua merupakan suatu kewajiban. Bahkan, hal ini juga telah termaktub di beberapa surah dalam Al-quran. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Israa’ ayat 23, yang artinya: “Tuhanmu memerintahkanmu agar kamu tidak menyembah kecuali kepada-Nya dan untuk berbakti kepada kedua orang tua.”

Bakti kepada Orang Tua

Berbakti kepada kedua orang tua tidak mengenal waktu, baik ketika orang tua masih hidup ataupun saat keduanya sudah meninggal. Lantas, bagaimana berbakti pada orang tua yang sudah meninggal? Ada tiga cara yang bisa dilakukan. Pertama, meyambung tali silaturahim dengan kerabat dan sahabat terdekat orang tua. Dengan begitu, anak juga meneruskan untuk menjaga silaturahim orang tua terhadap sesama.

Kedua, melanjutkan cita-cita orang tua yang sudah meninggal. Tentunya, cita-cita yang dimaksud adalah tujuan baik yang orang tua yang belum terwujud di masa hidupnya. Misalnya, melanjutkan keinginannya untuk membangun masjid, melanjutkan sumbangan rutin yang dikeluarkan orang tua, mewujudkan keinginannya untuk beribadah haji atau umroh, dan sebagainya yang sifatnya adalah kebaikan.

Cara yang ketiga dan yang paling mudah dilakukan adalah mendoakannya tanpa putus. Memberikan doa untuk orang tua yang sudah meninggal bisa menjadi penolong bagi keduanya di alam kuburnya, sekaligus juga menjadi amalan yang tak putus. Seorang anak bisa memintakan ampun kepada Allah SWT dalam doanya, terhadap kekhilafan yang telah dilakukan orang tua yang sudah meninggal.

Ya, meski keduanya sudah tutup usia, bukan berarti berhenti juga doa-doa kita kepada kedua orang tua. Justru, di saat inilah kesempatan bagi anak-anaknya untuk mendoakan orang tua lebih giat lagi. Sebab, hanya dengan berdoa hubungan anak dan orang tua masih akan terus terjalin. Meski tidak berhubungan langsung, doa akan memberikan ketenangan kepada orang tua.

Doa untuk orang tua yang sudah meninggal bisa dengan membaca: Rabbighfir lii, wa li waalidayya, warham humaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa. Artinya: “tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil.” Bisa juga dengan membaca doa tambahan, selain doa bahasa Arab.

Selesai membaca doa untuk orang tua, ada baiknya dilanjutkan dengan doa sapu jagad, sebagai berikut: Rabbanaa aatina fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar. Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan lindungilah kami dari siksa api neraka.”

Setelah selesai membaca doa sapu jagad, doa bisa diakhiri dengan shalawat Nabi dan Surat Al-Faatihah, yaitu: Subhaana rabbika rabbil ‘izzati ‘an maa yashifuuna, wa salaamun ‘alal mursalina, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallama. Wal hamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Al-Faatihah.

Artinya: “Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para Rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” Kemudian bacalah Surah Al-Faatihah sebagai penutup.