Ciri Kosmetik Yang Berbahaya

Ciri Kosmetik Yang Berbahaya

Berbagai jenis kosmetik saat ini memang sangat banyak. Banyaknya kosmetik yang sedang berkembang di masyarakat membuat mereka cukup banyak referensi untuk melakukan proses. Referensi kosmetik ini tak hanya merek yang berasal dari dalam negeri saja akan tetapi merek yang berasal dari luar negeri juga cukup banyak beredar. Dalam berbagai hal, pengguna kosmetik harus tetap teliti sebab mereka punya banyak jenis yang belum tentu keamanannya. Di dalam pembuatan kosmetik ini pengguna bisa saja mengembangkan kosmetik merek mereka sendiri. Dengan bantuan maklon kosmetik ini maka kosmetik yang berasal dari kalangan rumahan atau kosmetik racikan bisa menjadi kosmetik yang sangat banyak peminatnya. Terlebih lagi jika kosmetik itu telah menghasilkan kulit indah dan cantik dalam waktu cepat. Karena dalam waktu singkat ini pula banyak kos ke racikan yang menjadi primadona masyarakat walau kandungan berbahaya bisa saja terdapat di dalamnya. Kombinasi racikan yang tidak tepat akan membuat kosmetik tersebut jadi kosmetik yang berbahaya.

Bahan-Bahan Berbahaya Yang Sering Digunakan Dalam Kosmetik

Kosmetik racikan ataupun kosmetik yang dibuat sendiri sering kali memakai bahan yang berbahaya. Bahan tersebut memang membuat pemakainya jadi cepat untuk mendapatkan wajah yang putih. Wajah tersebut akan cepat kinclong dan cantik hanya dengan pemakaian yang cepat. Salah satu bahan yang sangat berbahaya yang sering digunakan untuk membuat kosmetik adalah merkuri. Bahan ini secara umum telah menjadi bahan yang sangat penting untuk didapatkan. Walaupun telah terbukti berbahaya akan tetapi semakin banyak yang memakai bahan ini. Ciri kosmetik yang mengandung bahan ini antara lain adalah warna abu-abu atau cream. Warna tersebut bisa menjadi salah satu warna yang membuktikan bahwa kosmetik itu adalah kosmetik yang berbahaya. Merkuri yang digunakan untuk produk ini biasanya memiliki bau yang sangat menyengat. Bau ini sendiri sangat mudah ditebak karena bahan yang dipakai adalah bahan yang memiliki cukup banyak bahan yang berbahaya. Bau ini juga bisa jadi salah satu ciri yang cukup gampang untuk melihat apakah kosmetik tersebut kosmetik yang berbahaya atau tidak.

Bahan kedua yang cukup berbahaya adalah paraben. Paraben ini sendiri adalah sebuah bahan pengawet yang mana digunakan untuk membuat kosmetik. Kosmetik menang sangat membutuhkan pengawet karena mereka perlu untuk membuatnya tahan lama. Ketika tahan lama ini lah maka akan banyak orang yang membeli. Efek samping yang terjadi ketika banyak bahan yang memakai pengawet ini adalah terjadi iritasi atau masalah pada kulit. Tidak hanya sebagai salah satu media yang digunakan untuk membuat kosmetik tahan lama akan tetapi dengan pemakaian yang terus menerus akan membuat efek samping yang cukup banyak berbahaya. Dalam pemakaian yang rutin, bahan itu akan terus masuk ke dalam tubuh. Jika hal tersebut terjadi maka efek yang akan dihasilkan juga cukup banyak. Maka dari itu lah banyak pihak yang menyarankan untuk menghentikan pemakaian dari produk itu. Walau demikian masih banyak yang memakai produk tersebut sebagai produk yang akan membuat mereka jadi lebih gampang untuk digunakan.

Yang selanjutnya adalah fragrance atau parfum buatan. Sebagai salah satu bahan yang sering kali dipakai untuk membuat wewangian adalah fragrance ini. Dalam proses pembuatan krim atau kosmetik sering kali mereka menonjolkan bau wangi. Bau wangi adalah salah satu hal yang sangat membuat pengguna banyak menyukai membeli kosmetik. Apabila kosmetik ini memiliki bau yang wangi maka akan membuat pengguna juga lebih banyak yang pakai. Beberapa fragrance ini sendiri sangat lah banyak yang memakai. Tidak hanya untuk memberikan wewangian saja akan tetapi hal ini juga memiliki campuran beberapa hal. Campuran ini sendiri terdiri dari beberapa hal seperti karsinogen, alergen dan juga iritan. Hal tersebut berhubungan dengan kualitas yang akan didapat.

Bahan lainnya yang juga diperlukan untuk menghasilkan kosmetik adalah surfaktan. Bahan ini adalah bahan yang dipakai untuk pasta gigi. Sebagai salah satu bahan yang dipakai untuk membuat produk perawatan kulit baik itu shampo ataupun sabun memang cukup banyak hasil yang akan didapatkan. Bahan ini dianggap cukup layak digunakan walaupun terdapat efek samping yang bisa membuat pengguna jadi mengalami iritasi. Selain penyebab iritasi, bahan ini bersifat karsinogen yang mana jika dipakai terus menerus akan membuat alergi pada pemakainya. Alergi ini sendiri terjadi karena pengguna memakai terlalu banyak atau dengan pemakaian yang tidak sesuai dengan anjuran. Bahan yang bersifat karsinogen ini adalah bahan yang cukup berbahaya jika tak digunakan dengan benar. Karena itu lah bahanĀ  ini harus dipakai dengan bijak sesuai ketentuan dan juga pelayanan yang berlaku.

Selain bahan-bahan tersebut, toluene juga jadi satu bahan yang cukup berbahaya untuk digunakan. Bahan ini merupakan salah satu bahan kimia yang biasa digunakan untuk cat kuku. Bahan ini sendiri dipakai untuk pembuatan warna warni pada cat kuku yang ada di dalam gelnya. Saat dipakai bahan ini akan bereaksi dengan tubuh dan membuat masalah kesehatan pada ibu hamil. Masalah kesehatan ini lah yang membuat pengguna harus bisa waspada. Orang yang sedang hamil memang sangat rentan terhadap hal-hal tersebut. Jika ibu hamil yang terkontaminasi dengan hal itu maka pengguna akan mempengaruhi kesehatan mereka. Dampak yang ditimbulkan bisa berupa alergi atau iritasi bahkan bisa menimbulkan efek yang lebih berat yaitu efek kesehatan pada janin. Janin yang dikandung oleh wanita hamil bisa sangat terpengaruh sehingga akan menimbulkan bahaya.

Terakhir yang juga cukup banyak digunakan adalah PEG atau polyethylene glicol. Ini adalah salah satu bahan yang digunakan untuk mengentalkan bahan kosmetik. Bahan tersebut merupakan kimia yang cukup berbahaya apabila digunakan secara tidak benar. Berbagai jenis kosmetik banyak yang menggunakan hal ini sebab mereka memakainya untuk mengentalkan berbagai hal dan produk. Produk yang biasanya memakai pengental ini adalah lotion, shampo dan tabir surya. Lotion adalah salah satu produk kosmetik yang paling banyak dipakai. Lotion digunakan untuk tubuh baik berupa handbody atau layanan apapun. Produk yang bisa memakai bahan PEG ini sangat banyak, selain lotion sendiri shampo ternyata juga memakai hal tersebut. Shampo memang sangat banyak dipakai oleh pengguna baik anak, remaja hingga dewasa. Yang terakhir adalah tabir surya. Tabir surya juga jadi kosmetik yang sangat biasa dipakai oleh setiap orang. Bagi yang tinggal di kawasan panas dan tropis tabir surya adalah salah satu hal wajib yang harus mereka miliki. Seringnya tabir surya digunakan untuk membuat kulit tidak kering dan tidak terpapar oleh sinar matahari. Apabila mereka terlalu banyak sinar matahari akan membuat hasil yang akan didapatkan juga tak sesuai. Begitu juga jika salah memilih tabir surya, pengguna akan mengalami beberapa masalah atau efek samping.

Efek Samping Memakai Kosmetik Yang Berbahaya

Banyak efek samping yang akan didapatkan oleh pengguna apabila mereka tidak teliti dalam memilih kosmetik. Sebuah kosmetik yang berbahaya dan menggunakan bahan yang tak direkomendasikan biasanya akan membuat hasil lebih cepat. Orang-orang yang ingin hasil instan pasti memilih kosmetik ini. Hanya dalam beberapa waktu saja akan sangat jelas terlihat bagaimana kulit pengguna berubah. Hal itu sangat berbahaya karena jika digunakan terus menerus akan menimbulkan kecanduan. Saat memakai kosmetik ini pengguna akan terlihat cantik dan bersih tetapi jika tidak digunakan maka pengguna akan kembali ke semula.

Efek yang ditimbulkan dari kosmetik yang berbahaya ini mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berbahaya. Yang pertama adalah timbulnya iritasi. Iritasi adalah hal yang paling sering terjadi jika tidak ada kecocokan antara kosmetik yang digunakan. Iritasi adalah timbulnya rasa panas disertai warna merah pada area kulit yang memakai kosmetik tersebut. Area tersebut akan terasa panas dan mendapatkan bercak merah yang tak akan hilang. Untuk menghentikan bercak merah tersebut pengguna harus berhenti untuk melakukan proses pemakaian. Berhenti ketika memakai bahan ini akan membuat kulit jadi normal kembali. Efek yang selanjutnya adalah terjadinya alergi. Alergi ini sendiri berbeda setiap orang. Ada yang alergi dengan efek gatal, ada juga alergi yang mengakibatkan tubuh pemakai mengalami merah dan memar memar. Efek ini bisa makin berbahaya jika terjadi Indikasi efek yang keluar merupakan sesak nafas. Rasa sesak nafas ini sendiri akan berkaitan banyak hal. Jika nantinya sesak nafas ini tidak teratasi akan menimbulkan dampak serius. Bagi sebagian orang efek ini akan membuat mereka manjadi harus masuk ke rumah sakit. Alergi dan juga iritasi masih bisa diatasi dengan gampang melalui bantuan medis atau menghentikan pemakaian. Berhenti memakai kosmetik ini akan membuat efek samping dari kosmetik ini juga makin diredam.

Efek yang sangat besar dan jadi momok bagi banyak pihak adalah ketika bahan berbahaya telah banyak masuk ke tubuh. Bahan berbahaya itu bisa membuat organ dalam tubuh jadi lebih banyak mengalami kerusakan. Organ yang rentan terhadap bahan berbahaya kosmetik ini adalah hati, ginjal dan juga otak. Organ tersebut bisa merasakan banyak hal sehingga akan mempengaruhi kesehatan. Ginjal dan hati merupakan organ penting yang jika sampai ada masalah akan banyak menganggu kegiatan sehari-hari pemakainya. Mereka harus mendapatkan bantuan medis yang intensif supaya bisa sembuh seperti sedia kala. Selain dua organ tersebut, otak yang jadi pengatur berbagai kegiatan di tubuh juga akan terkena dampaknya. Dampak yang akan ditimbulkan pada otak jauh lebih besar dibandingkan dengan dampak yang lain. Selain efek itu, penyakit kanker juga bisa didapatkan oleh orang yang terus menerus menggunakan kosmetik ini. Kanker yang sering kali dialami atau diderita oleh banyak orang yang memakai kosmetik berbahaya adalah kanker kulit. Kanker kulit ini sendiri adalah hal yang berbahaya sehingga nantinya bagi penderita mereka harus melakukan proses penyembuhan dengan cara yang menyakitkan. Kanker kulit memang terjadi karena efek banyak hal, mulai dari sinar ultraviolet serta bahan yang terus menerus digunakan adalah bahan yang berbahaya. Jika tidak diatasi dengan baik maka akan membuat efek yang didapatkan jadi lebih besar dan berbahaya.